hal menarik yang menjadi sorotan media, bahkan mencengangkan, hadir sebuah fakta bahwa pendaftaran siswa baru, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) DKI Jakarta mengalami kegagalan. Kenapa?
ada beberapa alasan, misalnya: Jakarta adalah kota besar dengan tingkat pendidikan tinggi, Jakarta adalah ibu kota negara, Jakarta telah melaksanakan PPDB setidaknya sejak SBY menjadi presiden periode pertama, dan Jakarta diantara beberapa provinsi yang menggunakan internet untuk pendaftaran, yang terbilang: gagal.
Lebih jauh, yang juga menjadi pertanyaan menarik adalah terkait dengan penyebabnya. Sebabnya apa PPDB DKI Jakarta 2010 gagal?.
Perlu diketahui, dari mulai pelatihan untuk koordinator ataupun operator, didepan layar (ada juga yang dibelakang layar) banyak yang menyangsikan tentang kemampuan personil Dinas Pendidikan Jakarta dalam menyelesaikan hajatan tiap tahun ini. Dari mulai dengan resikonya, hingga yang teknis juga ditanyakan (baca: termasuk diingatkan). Saya sendiri orang yang termasuk tidak yakin, PPDB DKI Jakarta 2010 ini lancar, mengingat para pelaksana (Dinas Pendidikan DKI JAkarta), menurut saya “bukan jago komputer”, ditambah lagi pengalaman saya menjadi Tim SASOnline yang juga dipegang oleh personil Dinas DKI Jakarta. Keduanya sama lemot. “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Ketidakyakinan semakin menjadi, ketika instruktur pelatihan PPDB tahun ini mengungkapkan alasan kenapa tidak memakai SIAPOnline seperti tahun lalu dengan menjawab: agar lebih murah, selanjutnya pertanyaan saya tentang support untuk program situs PPDB, sang instruktur menjawab: semua bisa, akan tetapi beberapa hari kemudian dijawab melalui pengumuman di situsnya: pakai Mozilla. Saya beritahu kebeberapa teman tentang ketidakyakinan ini, dan mereka berkata: semoga PPDB tahun ini lancar. Sayangnya, do’a temanku ditolak…
Saya bukanlah ahli IT yang mengetahui secara teknis, namun saya meyakini ada beberapa sebab PPDB tahun ini gagal sebagai berikut:
1. personil PPDB yang kini dikelola oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, tidak memiliki kemampuan teknis pertahanan virtual yang memadai. Kenapa?, budaya kerja mereka adalah “wayangan” yang isinya kerja borongan karena ada tender proyek, artinya ketika tidak ada proyek, mereka tidak “menyentuh” tentang program, terlebih untuk PPDB, sehingga kemampuan mereka kalah dengan personil yang “makan, berak, tidur, didepan komputer untuk ngurusin program”. Dengan kata lain, kalau belum pernah nge-jebol atau nge-hack situs, maka jangan ke-PD-an buat sistem situs sendiri!.
2. usaha mengurus sendiri PPDB 2o10 oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus diapresiasi namun disisi lain, bukan hal yang tidak merugikan pihak lain. Boleh jadi, lawan politik para pemegang proyek sekarang (baik dari dinas itu sendiri atau dari luar) ataupun lapak-lapak lainnya yang pernah atau tidak lulus tender dengan dinas tersebut, mengalami “sakit hati”. Sekali lagi, boleh jadi, mereka “mengganggu” situs http://sma.ppdbdki.org/ yang sampai Senin ini (5 Juli) masih mati, tertulis: page load error. Untuk PPDB DKI Jakarta tingkat SMP, ternyata diserang 2000 hecker, gimana yang SMA ya?. Selain itu, apalagi mengingat bahwa PPDB adalah proyek besar, anggarannya mencapai 5 milliar rupiah.
3. secara resmi, dalam siaran pers yang diterbitkan di situs Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta, yang menjadi penyebab errornya situs PPDB adalah: “terjadi beban lebih (overload) pemrosesan data”. Membaca hal itu, bukan hanya saya, berpendapat bahwa betapa lemahnya persiapan. Bagaimana mungkin, ini tidak diperhitungkan?, sedangkan mereka mengetahui jumlah siswa yang lulus SMP di DKI, dan perkiraan yang daftar dari luar kota mengingat Jakarta telah melakukan proses PPDB bertahun-tahun. ALasan resmi itu, kemudian menjadi bahan tertawaan, hinaan, bahkan pertyanyaan bahwa ada yang disembunyikan. Bagaimana mungkin sistem melalui situs PPDB yang mengurusi tingkat provinsi sampai luput tentang masalah daya tampung pendaftar?.
4. yang terakhir adalah terkait dengan sebab teknis infrastruktur. Saya kurang memahaminya, tapi saya yakin juga menentukan kinerja situs PPDB. Terkait dengan itu, mengutip pendapat Budi Rahardjo, seorang pakar telekomunikasi yang juga sebagai dosen ITB dan pernah menjadi konsultan IT KPU untuk Pemilu 1999 dan 2004, bahwa aplikasi laman internet membutuhkan sejumlah faktor, dari desain sampai ke aplikasinya. Layanan data bisa saja sudah baik, tetapi kinerjanya belum maksimal atau bermasalah kinerja sebuah aplikasi laman internet tergantung pada unsur infrastruktur, seperti bandwidth, server, dan aplikasi. Infrastruktur menyangkut bandwidth yang harus mencukupi untuk akses internet. Faktor server terkait dengan masalah memori dan sebagainya. Adapun faktor aplikasi menyangkut database dan sebagainya.
Semoga, dengan peristiwa kegagalan dalam PPDB tahun ini yang dikelola sendiri oleh Dinas Pemerintah DKI Jakarta, kita semua dapat pelajaran bahwa segala sesuatu haruslah dengan persiapan (plan) yang benar-benar baik.
05 Juli, 2010
20 Mei, 2010
Bootscreen Ubuntu Lucid 10.04 LTS
bagi para Ubuntuers pasti bosan kalau melihat bootscreen standar bawaan ubuntu asli.
kalau di jaunty 9.04 khan ada Usplash terus di karmic koala 9.10 ada Xsplash, nah di Lucid ada plymouth cara memasang nya mudah kok.
install dulu nih :
sudo apt-get install v86d hwinfo
lalu tekan pada keyboard alt+f2 ketik
gksudo gedit /etc/default/grub
edit pada bagian ini:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash nomodeset video=uvesafb:mode_option=1366x768-24,mtrr=3,scroll=ywrap"
GRUB_GFXMODE=1366x768
simpan file jika sudah diedit
catatan:
angka 1366x768 merupakan resolusi monitor
angka 24 merupakan kerapatan warna
untuk melihat resolusi screen bisa anda lihat lewat menu
System -> Preferences -> Monitors pada bagian Resolution
untuk mendapatkan kerapatan warna monitor ketik pada terminal
sudo hwinfo --framebuffer
Mode 0x0305: 1024x768 (+1024), 8 bits
Mode 0x0317: 1024x768 (+2048), 16 bits
Mode 0x0318: 1024x768 (+4096), 24 bits <-- kerapatan warna yang dimaksud
LANGKAH KETIGA:
tekan ALT+F2 dan ketik
gksudo gedit /etc/initramfs-tools/modules
tambahkan baris berikut pada akhir file
uvesafb mode_option=1366x768-24 mtrr=3 scroll=ywrap
simpan file jika sudah diedit
catatan:
arti angka 1366x768-24 sama seperti langkah kedua
LANGKAH KEEMPAT:
buka terminal dan ketik
echo FRAMEBUFFER=y | sudo tee /etc/initramfs-tools/conf.d/splash
LANGKAH KELIMA:
pada terminal ketik
sudo update-grub2 ; sudo update-initramfs -u
kalau mau mengubah themenya :
sudo apt-get install plymouth-theme*
terus kalau mau ganti plymouth nya
sudo update-alternatives --config default.plymouth
pilih nomor berapa yang mau dipakai lalu di update dah
sudo update-initramfs -u
beres khan selamat mencoba!!!
kalau di jaunty 9.04 khan ada Usplash terus di karmic koala 9.10 ada Xsplash, nah di Lucid ada plymouth cara memasang nya mudah kok.
install dulu nih :
sudo apt-get install v86d hwinfo
lalu tekan pada keyboard alt+f2 ketik
gksudo gedit /etc/default/grub
edit pada bagian ini:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash nomodeset video=uvesafb:mode_option=1366x768-24,mtrr=3,scroll=ywrap"
GRUB_GFXMODE=1366x768
simpan file jika sudah diedit
catatan:
angka 1366x768 merupakan resolusi monitor
angka 24 merupakan kerapatan warna
untuk melihat resolusi screen bisa anda lihat lewat menu
System -> Preferences -> Monitors pada bagian Resolution
untuk mendapatkan kerapatan warna monitor ketik pada terminal
sudo hwinfo --framebuffer
Mode 0x0305: 1024x768 (+1024), 8 bits
Mode 0x0317: 1024x768 (+2048), 16 bits
Mode 0x0318: 1024x768 (+4096), 24 bits <-- kerapatan warna yang dimaksud
LANGKAH KETIGA:
tekan ALT+F2 dan ketik
gksudo gedit /etc/initramfs-tools/modules
tambahkan baris berikut pada akhir file
uvesafb mode_option=1366x768-24 mtrr=3 scroll=ywrap
simpan file jika sudah diedit
catatan:
arti angka 1366x768-24 sama seperti langkah kedua
LANGKAH KEEMPAT:
buka terminal dan ketik
echo FRAMEBUFFER=y | sudo tee /etc/initramfs-tools/conf.d/splash
LANGKAH KELIMA:
pada terminal ketik
sudo update-grub2 ; sudo update-initramfs -u
kalau mau mengubah themenya :
sudo apt-get install plymouth-theme*
terus kalau mau ganti plymouth nya
sudo update-alternatives --config default.plymouth
pilih nomor berapa yang mau dipakai lalu di update dah
sudo update-initramfs -u
beres khan selamat mencoba!!!
12 Maret, 2010
Sejarah Linux dan Perkembangannya
Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.
Pada tanggal 5 oktober 1991, Linus Benedict Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki di Finlandia, mengungumkan pada sebuah newsgroup bahwa dia telah berhasil menciptakan sebuah sistem operasi mirip UNIX yang sangat sederhana yang diberi nama Linux, yang dikembangkan dari sistem operasi mirip UNIX.
Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU. Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari proyek GNU.
GNU adalah singkatan dari GNU's Not Unix.
Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU - tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna - Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".
Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.
Semua orang tau nama Linux mereferensi nama Linus Benedict Torvalds (lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969; umur 39 tahun) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan Kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.
Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.
Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.
Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.
Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.
Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.
Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.
Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.
Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.
Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dab press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus. Dan setannya tentu Bill Gates
Beberapa tambahan mengenai apresiasi dunia terhadap kontribusi Linus Torvald beberapa diantaranya...
Pada tahun 1996, sebuah asteroid diberinama 9793 Torvalds, mengambil nama belakang Linus
Pada tahun 1998, menerima penghargaan EFF Pioneer Award.
Pada tahun 1999, menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Stockholm.
Pada tahun 2000, menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Helsinki.
Pada tahun 2000, menerima penghargaan Lovelace Medal.
Pada tahun 2000, untuk survai Person of the Century majalah Time, Linus berada pada posisi ke-17.
Pada tahun 2001, menerima Takeda Award untuk Social/Economic Welling bersama Richard Stallman dan Ken Sakamura.
Pada tahun 2001, di film Swordfish, hacker nomor satu di dunia diberi nama Axl Torvalds.
Pada tahun 2001, sebuah film dengan judul Revolution OS (http://imdb.com/title/tt0308808/) menghadirkan pula Linus.
Pada tahun 2004, majalah Time menganugerahkan gelar salah satu orang paling berpengaruh di dunia.
Pada 2004, untuk survai 100 orang Finlandia yang terhebat sepanjang masa, Linus menempati posisi ke-16.
Pada tahun 2005, oleh survai majalah BusinessWeek, Linus merupakan salah satu dari manajer terbaik.
Pada tahun 2005, Linus menerima penghargaan Vollum Award dari Reed College.
Pada tahun 2006, menerima pengakuan dari majalah Business 2.0 sebagai salah satu dari 10 people who don't matter
Pada tahun 2006, Time menganugerahkan Linus sebagai salah satu pahlawan revolusi selama 60 tahun terakhir.
Bill Gates boleh jadi orang terkaya di Dunia karena OS Windowsnya, tapi jauh lebih kaya Linus Torvald atas sumbangsihnya di dunia IT dalam bentuk knowledge dan semangat berbaginya
Pada tanggal 5 oktober 1991, Linus Benedict Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki di Finlandia, mengungumkan pada sebuah newsgroup bahwa dia telah berhasil menciptakan sebuah sistem operasi mirip UNIX yang sangat sederhana yang diberi nama Linux, yang dikembangkan dari sistem operasi mirip UNIX.
Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU. Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari proyek GNU.
GNU adalah singkatan dari GNU's Not Unix.
Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU - tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna - Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".
Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. Linux adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.
Semua orang tau nama Linux mereferensi nama Linus Benedict Torvalds (lahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969; umur 39 tahun) adalah rekayasawan perangkat lunak Finlandia yang dikenal sebagai perintis pengembangan Kernel Linux. Ia sekarang bertindak sebagai koordinator proyek tersebut.
Linux terinsipirasi oleh Minix (suatu sistem operasi yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum) untuk mengembangkan suatu sistem operasi mirip-Unix (Unix-like) yang dapat dijalankan pada suatu PC. Linux sekarang dapat dijalankan pada berbagai arsitektur lain.
Ketika Linus Torvalds, seorang mahasiswa Finlandia pendiam membagi-bagikan kode sumber (source code) kernel Linux seukuran disket via internet di tahun 1991, ia sama sekali tidak menduga bahwa apa yang dimulainya melahirkan sebuah bisnis bernilai milyaran dolar di kemudian hari.
Ia bahkan tidak menduga Linux kemudian menjadi sistem operasi paling menjanjikan, yang bisa dibenamkan ke dalam server, komputer desktop, tablet PC, PDA, handphone, GPS, robot, mobil hingga pesawat ulang alik buatan NASA.
Tidak hanya itu, banyak maniak Linux (Linuxer) yang membeli perangkat buatan Apple dan mengganti sistem operasinya dengan Linux. Bagi saya itu sedikit gila, mengingat menghapus sistem operasi Mac & iPod berarti membuang duit dan menggantinya sistem operasinya cukup sulit dibanding desktop berbasis Windows. Saat ini 20% pangsa pasar desktop di seluruh dunia menggunakan Linux jauh di atas Machintosh dan terus mengejar desktop Windows. Dan 12,7% server di seluruh dunia menggunakan Linux, jauh di atas UNIX, BSD, Solaris, dan terus meningkat menggerus pangsa pasar server Microsoft.
Saat ini Linus meninggalkan posisi menjanjikan di perusahaan semi konduktor Transmeta dan tinggal bersama istri dan 3 anaknya di sebuah bukit di desa di Portland, Oregon, USA, berdekatan dengan markas Open Source Development Labs. Organisasi nirlaba ini diawaki oleh 20-an programmer yang punya gairah hampir sama dengan Linus. Mereka terus mengembangkan kernel Linux yang kini berukuran 290-an MegaBytes atau melebihi 9 milyar baris kode. Linux beserta timnya menerima masukan baris-baris kode dari seluruh penjuru dunia, menyortir, menetapkan skala prioritas dan memasukkan gagasan paling brilian ke dalam kernel. LSD sendiri disokong oleh puluhan raksasa IT seperti IBM, HP, Dell dan Sun, baik dari sisi materi maupun sumber daya manusia.
Linus bukan orang pertama yang membagi-bagikan source code karena pola ini adalah hal yang biasa di masa awal tumbuhnya industri komputer. Tapi Linus sukses menetapkan standar yang memaksa banyak pengembang ikut membebaskan kode sumber program mereka, mulai dari BSD, Solaris, Suse, Java hingga Adobe.
Meski hanya bergaji ratusan ribu dolar pertahun, Linus telah menciptakan banyak multimilyuner dalam industri komputer mulai dari RedHat, Suse, Debian, Mandriva, Ubuntu dan banyak developer software open source lainnya. Hampir tak ada yang berubah dari Linus. Ketika ia datang terlambat di suatu konferensi IT, ia bahkan tak segan-segan duduk di lantai dengan celana pendek dan sepatu-sandal kesukaannya. Ia bahkan tidak marah tatkala memberikan pidato di mimbar dan diinterupsi oleh beberapa programmer BSD yang maju ke depan panggung yang mengklaim bahwa kernel BSD jauh lebih hebat ketimbang kernel Linux. Ia bahkan tidak segan-segan memakai T-Shirt BSD yang disodorkan pemrotes dan melanjutkan pidatonya.
Menurut Linus, apa yang dilakukannya hanyalah untuk berbagi. Berbeda dengan Richard M Stallman yang fanatik dengan konsep free software, Linus hanya menekankan sisi keterbukaan (open), tak peduli apakah kemudian dalam suatu sistem operasi bercampur program free dan proprietery.
Setiap kata-kata Linus hampir menjadi sabda di kalangan Linuxer yang menciptakan standar nilai tertentu. Setiap publikasi, pidato, email dab press releasenya selalu ditunggu-tunggu jutaan orang. Di sela kesibukannya, Linus menyempatkan diri bersepeda menuruni bukit dan minum di bar desa. Bila ada nabi dalam dunia komputer, bisa dipastikan itu Linus. Dan setannya tentu Bill Gates
Beberapa tambahan mengenai apresiasi dunia terhadap kontribusi Linus Torvald beberapa diantaranya...
Pada tahun 1996, sebuah asteroid diberinama 9793 Torvalds, mengambil nama belakang Linus
Pada tahun 1998, menerima penghargaan EFF Pioneer Award.
Pada tahun 1999, menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Stockholm.
Pada tahun 2000, menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Helsinki.
Pada tahun 2000, menerima penghargaan Lovelace Medal.
Pada tahun 2000, untuk survai Person of the Century majalah Time, Linus berada pada posisi ke-17.
Pada tahun 2001, menerima Takeda Award untuk Social/Economic Welling bersama Richard Stallman dan Ken Sakamura.
Pada tahun 2001, di film Swordfish, hacker nomor satu di dunia diberi nama Axl Torvalds.
Pada tahun 2001, sebuah film dengan judul Revolution OS (http://imdb.com/title/tt0308808/) menghadirkan pula Linus.
Pada tahun 2004, majalah Time menganugerahkan gelar salah satu orang paling berpengaruh di dunia.
Pada 2004, untuk survai 100 orang Finlandia yang terhebat sepanjang masa, Linus menempati posisi ke-16.
Pada tahun 2005, oleh survai majalah BusinessWeek, Linus merupakan salah satu dari manajer terbaik.
Pada tahun 2005, Linus menerima penghargaan Vollum Award dari Reed College.
Pada tahun 2006, menerima pengakuan dari majalah Business 2.0 sebagai salah satu dari 10 people who don't matter
Pada tahun 2006, Time menganugerahkan Linus sebagai salah satu pahlawan revolusi selama 60 tahun terakhir.
Bill Gates boleh jadi orang terkaya di Dunia karena OS Windowsnya, tapi jauh lebih kaya Linus Torvald atas sumbangsihnya di dunia IT dalam bentuk knowledge dan semangat berbaginya
23 Januari, 2010
NEXT Release: Ubuntu 10.04 Lucid Lynx (LTS) - Coming April 29, 2010
07 Januari, 2010
Rangkuman Sistem Operasi
bagi rekan rekan yang ingin mendapatkan rangkuman Sistem Operasi silahkan di download di sini :
Rangkuman_SO.zip
Rangkuman_SO.zip
Langganan:
Postingan (Atom)
